PENGARUH PENYULUHAN MEDIA TIGA DIMENSI PADA PENGGUNA SIWAK MODIFIKASI TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SANTRI DI PESANTREN AL-KAUTSAR KABUPATEN KUNINGAN

Samjaji samjaji, Hadiyat Miko, Linda Ratna Suminar, Jupri pringadi

Sari


Penyuluhan kesehatan merupakan bentuk intervensi yang berupaya agar masyarakat menyadari atau mengetahui bagaimana cara memelihara kesehatan, bagaimana menghindari atau mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan. Adapun salah satu pendidikan kesehatan yang diterapkan adalah pendidikan kesehetan gigi dan mulut dimana pendidikan kesehatan gigi dan mulut adalah semua upaya atau aktivitas yang mempengaruhi orang-orang untuk bertingkah laku yang baik bagi kesehatan dan rneningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut serta memberikan pengertian cara-cara memelihara kesehatan gigi dan mulut. Salah satu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah tentang cara pengunaan alat kebersihan gigi yang tepat. Penggunaan alat kebersihan gigi yang kurang tepat dapat berdampak buruk bagi para penggunanya. Salah satu alat yang masih dipakai untuk membersihkan gigi dan mulut sampai saat ini adalah siwak. penelitian yang dilakukan Tetet, K., et al (2016) menunjukkan bahwa penggunaan siwak kurang optimal dalam membersihkan gigi dan mulut karena tidak dapat menjangkau seluruh permukaan, pada penelitiannya dibuatlah sebuah alat siwak modifikasi untuk membersihakan gigi dan mulut bagi para pengguna siwak agar mendapatkan kebersihan yang maksimal. Penggunaan alat modifikasi siwak akan lebih maksimal manfaatnya apabila digunakan dengan cara dan teknik yang tepat, maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh penyuluhan media tiga dimensi pad pengguna siwak modifikasi terhadap kebersihan gigi dan mulut pada santri di Pondok Pesantren Al-Kautsar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh penyuluhan media tiga dimensi pada pengguna siwak modifikasi terhadap kebersihan gigi dan mulut pada santri di pesantren Al - Kautsar Kabupaten Kuningan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment Research), dengan rancangan One group pre test and post test design yaitu melakukan perlakuan atau intervensi yang sama kepada suatu kelompok sampel dengan membandingkan hasil yang diperoleh sebeum dan sesudah perlakuan (Notoatmodjo, 2002). Populasi penelitian ini adalah seluruh santri di pondok pesantren Al – Kautsar Kabupaten Kuningan yang 382 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan kepada suatu pertimbangan tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat – sifat populasi yang sudah ditentukan, diketahui sebelumnya, kriteria tertentu berdasarkan peneliti (Notoatmodjo, 2002).
Hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada Santri Pondok Pesantren Al-Kautsar, pengukuran kebersihan gigi dan mulut sebelum dilakukan penyuluhan media tiga dimensi didapatkan hasil sebagai berikut : kriteria sangat baik tidak ada (0%), kriteria baik sebanyak 6 orang (20%), kriteria sedang sebanyak 6 orang (60%) dan kriteria buruk sebanyak 18 orang (60%). Pada pengukuran kebersihan gigi dan mulut sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil sebagai berikut : kriteria sangat baik sebanyak 14 orang (46,67%), kriteria baik sebanyak 9 orang (30%), kriteria sedang sebanyak 7 orang (23,33%) dan kriteria buruk tidak ada (0%). Kebersihan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan media tiga dimensi terjadi peningkatan sebesar 60%.
Kesimpulan terdapat pengaruh penyuluhan media tiga dimensi pada pengguna siwak modifikasi terhadap kebersihan gigi dan mulut pada santri di pesantren Al - Kautsar Kabupaten Kuningan. Dengan didapatkan peningkatan Kebersihan gigi dan mulut sebesar 60%.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.