Erupsi Gigi Sulung pada Balita Stunting Di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya

Rudi Triyanto, Cahyo Nugroho, Hadiyat Miko

Abstract


Masalah gizi yang paling banyak ditemukan pada anak balita di Indonesia salah satunya adalah stunting, yaitu gangguan pertumbuhan yang terjadi akibat kondisi kekurangan gizi kronis dan atau penyakit infeksi kronis. Stunting pada balita perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Adanya gangguan gizi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara umum, salah satunya adalah pertumbuhan dan perkembangan gigi yang ditandai dengan adanya proses erupsi gigi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu erupsi gigi sulung pada balita stunting. Penelitian ini adalah studi potong lintang dilakukan pada bulan Febuari sampai April 2016 di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota tasikmalaya. Subjek penelitian yaitu anak usia 4–30 bulan, balita stunting, dan balita normal sebagai kontrol. Erupsi gigi sulung ditentukan berdasarkan jumlah gigi yang telah erupsi. Dengan teknik pengambilan sampel consecutive admission diperoleh 138 anak; 50balita stunting dan 88 balita sebagai kontrol. Dengan regresi korelasi linier dan uji-t student, hasil penelitian terdapat hubungan bermakna waktu erupsi dengan usia (p<0,01) Waktu erupsi gigi sulung pada balita stunting secara bermakna lebih lambat daripada balita normal (p<0,01). Simpulan, waktu erupsi gigi sulung balita stunting lebih lambat daripada balita normal.

Kata kunci: Balita stunting erupsi gigi sulung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments